Simple Future Tense

Banyak pengguna bahasa Inggris pemula yang terkecoh dalam merangkai kalimat tentang masa depan. Kesalahan tersebut biasanya ditemukan saat mereka menggabungkan kata kerja bantu (auxiliary verbs) seperti will, going to, dan shall dengan isi kalimat. Walaupun ketiga kata kerja bantu tersebut memiliki maksud yang sama yaitu “akan”, tetapi ketiganya memiliki tujuan masing-masing ketika dirangkai dalam suatu kalimat.

Dalam tulisan berikut ini, Mavis akan memberi pedoman singkat tentang pemahaman, penggunaan, dan pengecualian dalam merangkai kalimat menggunakan bentuk kata Simple Future. Kesemua materi di bawah ini akan sangat efektif jika sahabat Mavis juga mempraktekkannya!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering sekali berbicara tentang hal-hal yang akan terjadi dan rencana masa depan, seperti

“Saudaraku akan menyelesaikan pekerjaan rumahnya besok.”

My sister is going to finish her homework tomorrow.

“Pengasuh saudaraku tidak akan berada di sini lusa.”

My brother’s nanny will not be here the day after tomorrow.

Kedua kalimat di atas sama-sama menyatakan peristiwa yang akan terjadi atau benar di masa depan atau mendatang, tetapi kalimat pertama menggunakan kata kerja bantu (auxiliary verbs) going to dan kedua adalah will not.

Lantas apa perbedaan keduanya? Pada kesempatan kali ini, Mavis akan mengajak sahabat Mavis untuk belajar tentang apa itu Future tense dan bagaimana menggunakannya dalam menjawab soal IELTS.

Formula Umum

Simple Future Tense adalah bentuk kata dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menjelaskan prediksi, maksud, dan aktivitas yang akan berlangsung di masa depan. Pernyataan Simple Future Tense menggunakan kata will, going to, dan shall. Ketiga kata tersebut memiliki arti “akan” yang merupakan kata untuk menerangkan sesuatu waktu mendatang.

Dalam pengucapannya, going to diucapkan dengan “gonna”. Begitu juga dengan will yang biasanya disingkat menjadi ‘ll setelah kata ganti (pronoun) seperti, she’ll dan it’ll. Aturan tersebut hanya terjadi dalam percakapan dan tulisan tidak resmi (informal) seperti kalimat berikut,

She said she would be here at 9.15 but I believe she’ll be late.

Dia bilang dia akan berada di sini pukul 9.15 tapi saya yakin dia akan terlambat. (menyatakan prediksi)

“I’m gonna grocery. I’m out of toiletries.

Aku akan pergi belanja. Aku kehabisan perlatan mandi. (menyatakan rencana)

Nah, setelah mengetahui kalimat sederahana yang dapat dirangkai menggunakan dua kata kerja bantu will dan going to tersebut, sekarang sahabat Mavis perhatikan beberapa rumus dasar di bawah ini untuk merangkai kalimat Simple Future.

1. Formula menggunakan will

Will berarti “akan” dan will not (won’t) berarti “tidak akan.” Untuk memasukan salah satau kata tersebut dalam kalimat, perhatikan tiga rumus di bawah ini:

1. Kalimat afirmatif

Kalimat positif dirancang menggunakan rumus: subjet + will + verb

A rich community will fund The non-profit organization.”

Sebuah Komunitas kaya akan mendanai organisasi nirlaba.

2. Kalimat negatif

Kalimat dengan unsur negasi dirancang menggunkan rumus: subject + will not (won’t) + verb

The rich community will not (won’t) fund the non-profit organization.

Komunitas kaya tersebut tidak akan mendanai organisasi nirlaba.

3. Pertanyaan dengan jawaban yes atau no

Kalimat pertanyaan dengan jawaban yes atau no dapat dirancang menggunakan rumus: will + subjek + verb 1 + ?

Will non-profit organization become popular?

Akankah organisasi nirlaba menjadi populer?

4. Pertanyaan Wh-

Kalimat pertanyaan dengan jawaban selain yes atau no dapat dirancang menggunakan rumus: wh- + will + verb 2

Where will the pizza restaurant be located?

Pendamping Kata Will

  1. Will + future phrase

Merangkai pernyataan Simple Future juga dapat memasukan kata atau frasa yang merujuk ke masa depan, seperti pada tabel berikut:

Will +

Next week, month, year

Later, tonight, afternoon, evening, year, summer, winter

(waktu dalam jangka 10 tahun)

The nanny will be back to her hometown next month.

I will remind Michael to bring my textbook tomorrow night.

 

  1. Will + still/ever

Kata will juga dapat digunakan dengan kata still berarti “masih” dan ever berarti “pernah” untuk menitikberatkan bahwa pembicara tidak mengharapkan adanya perubahan atau perubahan tidak akan berpengaruh apapun. Untuk lebih jelasnya perhatikan kalimat berikut,

The doctor said my father will still be in the recovery for this week.

Dokter mengatakan bahwa ayah saya masih dalam pemulihan untuk minggu ini.

Kalimat di atas menggunakan will + still, menyatakan bahwa perubahan tidak akan berpengaruh pada apapun di masa mendatang selama satu minggu ini.

I‘ll never forget my prom night, it was embarrassing!

Aku tidak akan pernah melupakan malam perpisahanku, itu memalukan!

Kalimat di atas menggunakan will + never, menyatakan bahwa pembicara tidak mengharapkan adanya perubahan pendapat di masa depan atas kejadian memalukan di malam perpisahannya.

 

2. Formula menggunakan Be going to

Setelah sahabat Mavis mengetahui rumus dasar serta macam kata tambahan yang dapat disandingkan dengan will, saatnya sahabat Mavis mengetahui penggunaan, rumus, dan kalimat menggunakan Going to!

Going to, sama seperti will, keduanya memiliki makna “akan”. Berikut adalah beberapa rumus dasar untuk merangkai kalimat Simple Present menggunakan going to.

1. Kalimat afirmatif

Kalimat positif dirancang menggunakan rumus: subjet + be going to + verb

Subjek + be + going to + verb

I

am going to

drive

It / He / She

is going to

You / We / They

are going to

 

Rudi is going to drive to his hometown.

Rudi akan mengemudi ke kota kelahirannya .

2. Kalimat negatif

Kalimat dengan unsur negasi dirancang menggunkan rumus: subject + be + not going to + verb

Subjek + be + not going to + verb

I

am

Not going to

realize

It / He / She

is

You / We / They

are

 

They are not going to realize the fault on the score board.

Mereka tidak akan menyadari kesalahan papan skor.

3. Kalimat pertanyaan yes atau no

Kalimat pertanyaan dengan jawaban yes atau no dapat dirancang menggunakan rumus: be + subjek + going to +?

Be + subjek + going to + ?

is

He

Going to make it?

4. Kalimat pertanyaan Wh-

Kalimat pertanyaan dengan jawaban selain yes atau no dapat dirancang menggunakan rumus: wh- + be + subject + going to +?

Wh- + be + subjek + going to + ?

When

is

he

Going to make it?

 

Setelah sahabat Mavis mengetahui berbagai aturan dasar merangkai kalimat dengan will dan going to, saatnya sahabat Mavis untuk tahu beberapa fungsi yang bisa digunakan oleh keduanya dalam peristiwa kehidupan sehari-hari!

  1. Menyatakan Prediksi
  2. will dan will not

Will (akan) atau will not (tidak akan) biasanya digunakan untuk menyampaikan prediksi yang berasal dari perkiraan, analisis, atau penilaian pembicara. Prediksi yang dimaksud merupakan ungkapan bahwa sesuatu yang pembicara pikir akan benar dan terjadi di masa depan.

Ungkapan prediksi ini memiliki rumus will/won’t + infinitive (verb 1)

Subjek yang diungkapkan dalam kalimat prediksi dapat merupakan subjek hidup (personal) dan mati (impersonal) seperti dalam kalimat berikut:

According to recent data, 50% of people will be unemployed by next month. (personal)”

Watch out! The dog will bite you! (personal)”

The heat will not increase by 10% in three years. (impersonal)”

Will the poverty rate decrease in the next 10 years? (impersonal)”

Selain itu, will juga dipakai untuk memprediksi peristiwa yang mungkin dapat terjadi karena peristiwa yang sama pernah terjadi di masa lalu. Perhatikan kalimat berikut:

I’ll be waiting on the bench for another 10 minutes again. (Kejadian yang sama juga terjadi di masa lalu)

The student loan will not give students $10.000 more debt.” (Peristiwa yang sama juga terjadi pada subjek lain)

1. Menyatakan prediksi

Going to juga bisa digunakan untuk membuat prediksi. Perbedaanya dengan will adalah: Prediksi yang diungkapkan dengan going to merupakan prediksi yang memiliki hubungan yang kuat antara masa sekarang (present) dan masa depan (future).

Sahabat Mavis bisa merangkai prediksi dengan going to dengan rumus be going to + verb 1 (infinitive)

Perhatikan perbedaan penggunaan will dan going to beserta contoh kalimat keduanya pada tabel di bawah ini:

Menyatakan prediksi

No

Dengan will

Dengan going to

1.

Prediksi akan benar atau terjadi di masa depan

sama

2.

Memiliki informasi tambahan (bukti) di masa sekarang dengan kata keterangan (adverb)

Look at the dancing trees. It will probably/definitely rain tonight.

Memiliki informasi tambahan (bukti) di masa sekarang tanpa kata keterangan (adverb).

Ice chocolate are already a great drink and it’s going to be popular!

3.

Tidak ada hubungan kuat antara keadaan sekarang dengan keadaan masa depan.

a.  According to recent data, 50% of people will be unemployed next month. (dapat kurang tepat)

b. Look at the dancing trees. It will rain. (dapat kurang tepat)

c. Watch out! The dog will bite you! (dapat kurang tepat)

Ada hubungan kuat antara keadaan sekarang dengan keadaan masa depan.

a)  According to recent data, 50% of people are going to be unemployed next month. (hampir pasti 50%)

b) Look at the dancing trees. It’s going to rain. (hamper pasti hujan)

c) Watch out! The dog is going to bite you! (hamper pasti menggigit)

 

Terlihat dalam pemaparan tabel di atas bahwa tidak ada perbedaan arti dan makna kalimat menggunakan will dan be going to, keduanya sama-sama menyampaikan maksud “akan”. Namun, hal yang perlu sahabat Mavis ingat adalah pedoman be going to lebih pasti daripada will, dan karenanya saat menggunakan be going to, kita tidak menggunakan adverb.

  1. Menyatakan Maksud dan Keputusan
  2. will dan will not

Selain membuat prediksi, sahabat Mavis juga bisa menggunakan will atau will not untuk menyatakan keinginannya. Faktanya, terkadang sahabat Mavis harus membuat keputusan yang dalam pengucapannya bernada tegas. Nah, dalam percakapan bahasa Inggris, biasanya kata I’ll dan will not digunakan untuk mengindikasikan penekanan pada keputusan saat pengucapan:

I will study for the next exam no matter how hard it get!

Menyatakan maksud dan keputusan dapat dilakukan dengan rumus will/won’t + verb 1 (infinitive). Perhatikan kalimat yang mengandung putusan di bawah ini:

“The butler will escort the guest’s luggage.” (menyatakan keputusan)

“I won’t believe in security guards anymore.” (menyatakan niat/maksud)

2. Menyatakan maksud

Sahabat Mavis bisa menggunakan going to sebagai alternatif dalam menyatakan maksud. Maksud ini merupakan keputusan yang sebelumnya sudah direncanakan.

Merangkai kalimat ini menggunakan rumus be going to + verb 1 (infinitive). Perhatikan kalimat berikut:

My sister is going to study horticulture next year.” (personal)

The authorities are going to decrease restaurant tax by 5%.” (impersonal)

Namun, going to memiliki pengecualian. Going to biasanya tidak digunakan dengan kata kerja (verbs) go dan come seperti kalimat dalam berikut,

“I’m going to go bed now. Are you going to come?” (kurang tepat)

I’m going home now. Are you coming?” (tepat)

Pemakaian yang tepat tersebut termasuk dalam pembahasan bentuk kata Future Progressive atau Future Continuous. Sahabat Mavis dapat mempelajari bentuk kata tersebut apabila sudah menyimak seluruh bentuk dasar Simple Future ini.

3. Menyatakan Rencana

Berbeda dengan cara merangkai kalimat berisi keputusan dan prediksi, kalimat berisi rencana hanya dapat menggunakan going to. Untuk tahu lebih jelasnya, perhatikan kalimat di bawah ini

My teacher talked to me yesterday. He said I’m qualified to be in an Olympiad. He is going to put me in a math club.

Pembicara pada kalimat di atas tahu bahwa gurunya akan menempatkan pembicara dalam klub matematika. Guru tersebut telah memiliki rencana dan akan mengeksekusikan rencananya di masa depan. Perhatikan contoh lain berikut,

Jack: Why did you buy this cookware?

Beck: I’m going to cook my mom tomorrow for mother’s day.

Beck sudah memiliki rencana dengan membeli peralat masak agar dapat memasak untuk ibunya esok hari. Sekarang sahabat Mavis coba bandingkan informasi yang terkandung dalam kalimat pada situasi 1 dan 2 di bawah ini,

Situasi 1:

Kevin: Are you busy tomorrow night?

Randall: Yes. I’m going to cook for my mom. We’re going to celebrate mother’s day together.

Situasi 2:

Jack: Are you busy tomorrow night?

Beck: Well, I really haven’t made any plans. I’llcook, or I’m going to eat outside. And then I’ll probably call my mom, or I’m probably going to play with my dog for a while.

Perbedaan apa yang sahabat Mavis dapatkan?

Pada situasi 1, penggunaan going to dimungkinkan karena Randall sudah memiliki rencana, maka going to digunakan.

Pada situasi 2, penggunaan will atau going to sama-sama dapat digunakan. Beck belum memiliki rencana untuk esok malam, maka ia hanya memprediksi kegiatan yang akan dilakukannya esok malam (hanya memprediksi tanpa mengeksekusi kegiatan yang direncanakan), maka Beck dapat menggunakan will atau be going to.

Mudah dimengerti kan, sahabat Mavis?

4. Menyatakan ungkapan masa mendatang lain

Selain menyatakan hal yang diprediksi, direncanakan, dan diputuskan di masa datang, Simple Future Tense juga dapat mengungkapkan pernyataan umum di masa depan menggunakan will atau will not. Perhatikan kalimat berikut.

Next Saturday I’ll be 18.

The sun will set at 6:00 tomorrow afternoon.

3. Formula menggunakan Shall

Shall dan shall not (shalln’t)

Terkadang sahabat Mavis juga menemui kalimat menunjukan masa depan menggunakan “shall”. Apa itu shall dan perbedaannya dengan will dan going to?

Tidak seperti will, will not, dan going to yang dipakai dalam bahasa Inggris Amerika dan Britania, Shall hanya lazim dipakai dalam percapakan bahasa Inggris Britania.

1. Menyatakan Maksud

Shall dan shall not (shalln’t/ shan’t) berarti “akan” dan “tidak akan” dipakai untuk menyampaikan bahwa pembicara bertekad melakukan sesuatu. Biasanya, shall digunakan untuk subjek I dan We. Perhatikan penempatannya dalam kalimat berikut.

Our financial situation for the next three years will be tough, but I believe that we shall get through the difficult times.

We shan’t buy mobile apps from illegal developers.

Maka, ketika sahabat Mavis menyatakan prediksi menggunakan subjek he, she, it, you, dan they, gunakanlah will dan tidak menggunakan shall atau shalln’t. Lihat contoh di bawah ini.

She shall love the flower bouquet.” = adalah salah

She will love the flower bouquet.” = adalah benar

2. Menyatakan Saran

Shall juga bisa dipakai untuk menyampaikan masukan atau saran dengan bentuk kalimat formal seperti kalimat berikut,

The party is almost over. Shall we go home?

Shall I take you to dinner tomorrow?

 

Langkah Selanjutnya

Setelah ini, teman-teman dapat membuka artikel ini untuk mengetahui penempatan kata benda, kata sifat, dan kata keterangan dalam kalimat efektif

Penutup

Simple Future Tense adalah salah satu bentuk kata yang banyak aturannya, namun jika kita sudah paham tentang pedoman penempatan bentuk kata yang tepat dengan memperhatikan ketersediaan informasi serta tujuan kalimat yang kita ingin ucapkan, maka bentuk ini akan menjadi sangat mudah dipahami!

Apabila sahabat Mavis memiliki pertanyaan lain seputar bahasa Inggris, silahkan kirim pertanyaan dan kebingungannya di kolom komentar atau melalui tweet ke @mavisenglish_ atau pesan via Instagram @mavis_english agar pikiranmu bisa tercerahkan melalui jawaban yang diberikan! Jangan lupa juga bagikan ke orang-orang terdekat yang membutuhkan agar kemampuan membacanya meningkat!

Ikuti langkah demi langkah membuat kalimat efektif: Apa itu word order?

Baca artikel sebelumnya tentang: Simple Progressive Tense!

Jika teman-teman ingin belajar IELTS secara tatap muka dan intensif, silahkan klik laman kelas IELTS Premium Class Mavis English!

Sumber:

Azar, Betty Schrampfer, Understanding and Using English Grammar 3ed, 1999, Pearson Education: NY.

Folley, Mark., Hall, Diane. 2003. Advanced Learners’ Grammar: A Self-study Reference & Practice Book with Answers. Longman: England

Harrison, Louis., dkk. 2009., Achieve IELTS English for Internarional Education: Grammar and Vocabulary. Marshall Cavendish: Singapore

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *