Merangkai Kalimat Efektif 4

Setelah sebelumnya Mavis memberikan penjelasan singkat tentang (1) word order, yang dilanjutkan dengan (2) peletakan subjek (subject) dan kata kerja (verb), dan (3) peletakan objek langsung (direct object) dan tidak langsung (indirect object), sekarang Mavis ingin mengajak sahabat Mavis untuk memahami bagaimana meletakan part of speech dalam kalimat efektif. Part of speech yang dimaksud dalam artikel ini adalah kata benda (noun), kata sifat (adjective) dan kata keterangan (adverb).

Sahabat Mavis pasti penasaran dengan penempatan macam bentuk kata tersebut. Nah, dalam tulisan ini, Mavis akan memberikan penjabaran singkat dan contoh kalimat yang mengandung tiga part of speech tersebut. Kesemua materi di bawah ini akan sangat efektif jika sahabat Mavis juga mempraktekkannya!

1. Menentukan Letak Kata keterangan (adverb)

Pada bagian ini, Mavis akan memberikan beberapa panduan dasar terkait letak kata keterangan (adverb) dalam merangkai kalimat.

Perhatikan panduan peletakannya:

  • Langsung diletakkan sebelum kata kerja utama (main verb)

Traumatic elephants do not usually exhibit anti-social behavior.

The development progress is slowed, and consumers are also confused.

  • Langsung diletakan sebelum kata kerja bantu kedua (second auxiliary) apabila terdapat dua kata kerja bantu (auxiliaries). Kata kerja bantu pertama dicetak tebal, kata kerja bantu kedua dicetak garis bawah.

The recession would never have happened if the government take the outbreak more serious.

Late of submission may not always have been the cause.

  • Setelah ‘to be’ present tense dan past tense

The serving size of the potato chips is thus inaccurate.

Akan tetapi bentuk kata keterangan lain seperti yang menunjukan kepastian (certainty), cara (manner), dan waktu (time) mengikuti aturan berbeda. Untuk aturan adverb tersebut, silahkan lihat di sini.

2. Menentukan Letak Kata Sifat (adjective) dan Kata Benda (noun)

  • Letakan Kata Sifat (adjective) sebelum Kata benda (noun)

Dalam bahasa Inggris, kata sifat (adjective / cetak miring) biasanya diletakkan sebelum kata benda (noun / cetak tebal) yang digambarkan, seperti dalam kalimat berikut:

A delicious meal.

Namun, apabila sahabat Mavis ingin meletakkan kata sifat (adjective) setelah kata benda (noun), sahabat Mavis perlu untuk menggunakan klausa relatif (relative clause) sebagai alternatif kedua, contoh; which, that, who. Perhatikan kalimat berikut:

meal which was delicious made by my mom, got stolen from my backpack.

Terdapat alternatif lain. Apabila sahabat Mavis masih ingin meletakkan kata sifat (adjective) setelah kata benda (noun), pisahkan kata sifat (adjective) dan kata benda (noun) dengan to be. Alternatif kedua hanya mungkin saat struktur kalimatnya sederhana seperti berikut:

The thief was frightened because he caught red handed.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan sahabat Mavis perhatikan beberapa kalimat dalam kolom berikut. Kalimat 1(c) merupakan contoh kalimat dari alternatif kedua (menggunakan to-be di antara kata benda (noun) dan kata sifat (adjective)):

No

Jangan

Sebaiknya

1. 

(a) This is a flat appealing for newlyweds.

(a) This is a relatively appealing flat for newlyweds.

(b) This is a flat that is relatively appealing for newlyweds.

(c) This flat is relatively appealing for newlyweds

2. 

(a) Marketers investigated the people, young, to analyze whether…

(a) Marketers investigated young people to analyze whether…

(b) Marketers investigated people, who were young, to analyze whether…

 

Namun, terkadang, dalam merangkai kalimat, sahabat Mavis harus menyebutkan lebih dari satu kata benda (noun). Berikut Mavis berikan beberapa aturan dalam merangkai kata sifat (adjective) dan dua kata benda (nouns) agar tidak saling tumpang tindih.

  • Hindari meletakan kata sifat (adjective) di antara dua kata benda (nouns)

Sebaiknya, letakan kata sifat (adjective) sebelum satu kata benda (noun), dengan kata depan (preposition) seperti of, for, after, on, sebagai penghubung. Perhatikan contoh berikut:

Jangan

Sebaiknya

The subject’s primary purpose

The primary purpose of the subject

 

  • Hindari juga meletakkan kata sifat (adjective) sebelum kata benda (noun) yang tidak akan dijelaskan.

Perhatikan contoh berikut:

Jangan

Sebaiknya

The main research problem

The main problem of the research

 

Penutup

Nah, begitulah tahapan ketiga sekaligus terakhir dalam merangkai kalimat efektif berdasarkan kaidah word order. Sahabat Mavis sudah paham di mana harus meletakkan part of speech dalam kalimat, kan? Intinya, kata benda (noun), kata sifat (adjective) dan kata keterangan (adverb) memiliki aturan peletakan masing-masing. Jangan sampai terkecoh ya!

Apabila sahabat Mavis memiliki pertanyaan lain seputar bahasa Inggris, silahkan kirim pertanyaan dan kebingungannya di kolom komentar atau melalui tweet ke @mavisenglish_ atau pesan via Instagram @mavis_english agar pikiranmu bisa tercerahkan melalui jawaban yang diberikan! Jangan lupa juga bagikan ke orang-orang terdekat yang membutuhkan agar kemampuan membacanya meningkat!

Baca artikel sebelumnya: Meletakkan ata benda (noun), kata sifat (adjective), dan kata keterangan (adverb)

Ikuti langkah demi langkah membuat kalimat efektif: Apa itu word order?

Jika teman-teman ingin belajar IELTS secara tatap muka dan intensif, silahkan klik laman kelas IELTS Premium Class Mavis English!

Sumber

Wallwork, Adrian. 2016. English for Writing Research Paper 2nd ed. Springer: Italy.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *